Jumat, 07 Januari 2022

Teruntuk Mertuaku

 Mengungkapkan luka, hari ini, esok, atau nanti, akan tetap sama sakitnya.

Sakit karena dikhianati
Sakit karena dibohongi
Sakit karena, semua terasa tak berarti lagi

Tapi...
Seorang wanita
Mampu memilih menyimpan luka itu
Rela memendam semua kepahitan itu
Demi anak-anaknya
Demi rumah tangganya
Meskipun...
Ia sendiri akan hancur
Ditelan kegundahan hati

Kurang apakah engkau berkorban
Menelan semua penderitaan
Mencoba mengerti, mencoba pahami
Menahan lisan untuk bertanya
Meski penasaran menghantui

Kutahu engkau tak sempurna
Engkau bengkok sebagaimana para wanita
Namun, tak berarti engkau pantas disiksa
Dengan dihunjam beribu-ribu luka

Bersabarlah, Bu
Semoga semua derita, luka dan airmata
Akan jadi tabungan amalmu di sisiNya
Meski dunia ini terasa sempit dan menyiksa
Kuharap kau bahagia di surgaNya

Jangan bersedih, Bu
Segalanya adalah takdir Tuhan
Sebagaimana hidup adalah ujian
Ada hisab tuk semua perbuatan
Yang kan terbuka di hari penghakiman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar