"Jangan terlalu fanatik," ujarnya datar. Ya, itu memang bukan kata-kata penuh emosi, tapi tetap saja hunjamannya menusuk hati.
***
Ini ekor dari kejadian kemarin. Gara-gara temannya mendapatiku menolak bersalaman dengan non mahram, lalu dengan setengah enggan aku menerima boncengan darinya karena kondisi mendesak.
Pria itu tersinggung. Tentu. Bukan kali pertama aku berhadapan dengan situasi seperti itu. Aku tahu banyak yang tak setuju dengan sikapku -meski banyak pula yang mendukungku.
Tapi, pagi itu akhirnya teman pria itu menegurku.
"Jangan terlalu fanatik," ujarnya datar.
"Memang itu benar, tapi kita sesuaikan dengan kondisi di sini."
Di antara sekian kalimatnya, potongan kata-kata itulah yang akhirnya meruntuhkan pertahananku untuk tidak meluruhkan gerimis.
#Tiba-tiba ingin kembali pada duniaku sendiri