Seperti puzzle, ada hal-hal berbeda yang tidak bisa dipaksakan untuk menjadi sama. Kau bisa memilih membiarkan ketidakcocokan itu, atau mengambil kepingan lain yang cocok.
***
Saat berhadapan dengan dilema, wanita punya masalah lain yang tak kalah besar; pertempuran antara perasaan dan logika. Kacaunya, sebagian wanita yang terlanjur tenggelam dalam perasaan sulit sekali berpikir dengan logika yang lurus (including me 😒).
Untuk itulah, kita butuh ... prinsip; sebuah pagar yang kita tentukan sendiri teritorialnya, agar keputusan kita tak melewati ambang batas prinsip tersebut.
So, apapun pilihan kita nantinya, entah membiarkan sebuah perbedaan, atau memilih suatu persamaan, tergantung dampaknya terhadap prinsip itu.
Well, pada akhirnya setiap pilihan punya konsekuensi, kan? Jika kau bersedia membiarkan perbedaan, maka kau harus menyediakan ruang toleransi yang lebih besar, bahkan jika itu berarti menggerus prinsip yang kau miliki. Namun, jika tetap mencari sebuah persamaan, kau harus siap untuk kehilangan puzzle yang lebih dulu kau temukan.
Sepertinya, aku mengambil pilihan kedua. 😔