Rabu, 04 Februari 2026

Karma

 Apakah itu karma? Atau, hanya satu fase yang harus kau lalui dalam kehidupan. 

2018, 8 tahun lalu, masih ada jejakmu yang kutulis  di sini. Ketika kau begitu mengagungkan nikmat yang kau dapat, dan merasa orang lain meniti jalan yang salah. 

Namun, apa yang terjadi hari ini? Ternyata bahteramu tergoncang. Tak ada yang menyangka, bukan? Cover sesempurna itu, ternyata tunduk atas fitrahnya sebagai manusia biasa yang tak lepas dari kesalahan. 

Aku tak sedang berbahagia atas dukamu, aku hanya merefleksi diri, bahwa apapun bisa terjadi. Jangan jumawa terhadap kondisi orang lain. Selama kita di bumi, segalanya hanyalah ujian. 

Kuharap, kita menemukan bahagia yang sesungguhnya. 

Sabtu, 25 Januari 2025

Si Paling Sibuk

Kali ini bener-bener terganggu dengan makhluk si paling sibuk, yang suka ngurusin orang lain di luar teritorialnya. Belum lagi WM yang suka membanding2kan sini dan sana.

Kenapa enggak pindah kesana aja sihhh klo emang ngerasa disini kurang ini itu??? 

Sok paling ngatur, sok paling idealis, bla bla bla. Eneg banget sumpah. 

Apa karena sini banyak pendatang ye, jadi ngeremehin segala macem. 

Yang onoh lagi si paling sibuk dan si paling balapor oo... Cari muka ke atas2. Oh ampun dehhh... Harus banget ya ngerasa lebih baik dengan cara jatuhin orang lain? 

Etapiiii kalo emang ngerasa lebih baik, kok iri sih sama kita yang biasa2 aja ini. Selalu mantau dan cari celah, lalu ngejelekin kita di pihak atas. 

Hufttt, capek banget sumpahh. 

Harus kerja sambil bawa bocil, ngajarin anak2 yang belum lancar baca dengan kelakuan di luar nalar, ditambah sifat iri2an kaum sebelah dan WM yang banyak protes.

Liatin aja yaaaa liatiiinnn. 

Bakal kita bikin sukses ini tempaattt. Ngalahin kaum suka iri yang gak bisa liat hidup orang lain tentram. 

Emosi banget dah sumpahh! 


Sabtu, 28 Desember 2024

Sulit untuk Berubah

 Sabtu, 28 Desember 2024

Introvert, begitulah definisi kami. Begitu sulit keluar dari zona perilaku itu. Dari kenyamanan itu. Saat berusaha keluar, justru kebingungan dan kegundahan yang menyergap hati. 

Bingung mau ngomong apa, takut salah kata, ragu bersikap, dan bimbang memulai cerita. 

Okelah, untuk para ekstrovert itu hal gampil. Apasih, masa cuma gitu aja gak tau. Masa gak bisa inisiatif, masa gak peka, padahal tinggal gini gitu doang. 

Ya, kami memang se-nggak tau itu. Pikiran kami sendiri berkecamuk. Tapi tak ada gunanya juga menjelaskan bagi orang yang tidak mau mengerti.

___

Dan ternyata aku masih sakit hati, kala kebiasaan stay di kamar itu terungkit kembali.

Aku harus apa? Aku harus gimana? Mengarahkan dia yang sulit berubah dengan kebiasaannya. 

Aku sudah menerima itu, tapi orang lain belum tentu. Capek hati sendiri berusaha memenuhi ekspektasi. 

Salah, dan salah lagi. 

Terkadang rasanya ingin hidup tanpa orang lain, supaya tidak dengar komentar apa pun. Tapi mungkin, kesepian. 

Selasa, 06 Desember 2022

Iri

Kadang masih tersemat iri dalam hati. Pada mereka yang bersuamikan lelaki taat, hangat, dan semanhaj.
Diri bertanya-tanya, kenapa aku tak bisa mendapatkannya?
Padahal dulu aku ada di sana, di circle mereka. Tapi lalu jauh dan semakin jauh. Di sini aku sekarang.

Tapi kemudian aku sadar diri, aku tak seistimewa itu. Mungkin aku tak sepantas itu dengan kondisi imanku. Aku masih ingin, menjadi diriku yang dulu, di lingkungan yang dulu.

Namun, aku tak lupa, ada banyak hal yang kusyukuri sekarang. Bagaimanapun, kamu dan anak-anak kita adalah rejekiku.

Jumat, 11 November 2022

Cuti

Menghitung hari, kembali ke sekolah lagi. Pikiran sudah melayang-layang. Haruskah kubawa bayi merahku yang masih dua minggu? Atau haruskah ku tinggal ia dan memberinya susu formula?

Kadang kesal dengan kepala sekolah yang memberi jatah cuti  cuma 40 hari. Padahal harusnya bisa 3 bulan. Yah, tapi mau bagaimana lagi. Sebentar lagi ulangan semester. Dan kelas 4 tak bisa kutinggal. Bulan sibuk, tugas menumpuk. Tak mungkin aku bersantai-santai sendirian.

Belum masuk sekolah, tapi pikiran sudah tak tentu arah. Membayangkan segala hectic dan kerempongan yang ada di depan mata. Hhh...sanggupkah?

Pilihan ini memang kubuat sendiri. Jadi kudu sabar menanggung konsekuensi. Allah, berilah kekuatan pada diri ini.

Jumat, 07 Januari 2022

Kenangan

 Ada masa ketika musim semi utuh di hatiku

Bunga - bunga bermekaran
Segala rupa, rasa dan cinta
Begitu ranum di masa muda

Ada masa ketika semua tinggal kenangan
Dikikis kenyataan
Hilang tersapu rutinitas yang membosankan

Ada kalanya aku rindu
Semua canda tawa yang malu - malu
Bersama orang di masa lalu

Tapi waktu bukanlah kereta
Yang bisa berjalan mundur
Ia membawa seisi dunia
Menuju takdir berikutnya

Ah, biarlah
Aku ingin mengenang sedikit saja
Waktu - waktu yang berharga
Sebelum usia terus membawa
Kepada jenjang lupa

7 Januari 2021

Teruntuk Mertuaku

 Mengungkapkan luka, hari ini, esok, atau nanti, akan tetap sama sakitnya.

Sakit karena dikhianati
Sakit karena dibohongi
Sakit karena, semua terasa tak berarti lagi

Tapi...
Seorang wanita
Mampu memilih menyimpan luka itu
Rela memendam semua kepahitan itu
Demi anak-anaknya
Demi rumah tangganya
Meskipun...
Ia sendiri akan hancur
Ditelan kegundahan hati

Kurang apakah engkau berkorban
Menelan semua penderitaan
Mencoba mengerti, mencoba pahami
Menahan lisan untuk bertanya
Meski penasaran menghantui

Kutahu engkau tak sempurna
Engkau bengkok sebagaimana para wanita
Namun, tak berarti engkau pantas disiksa
Dengan dihunjam beribu-ribu luka

Bersabarlah, Bu
Semoga semua derita, luka dan airmata
Akan jadi tabungan amalmu di sisiNya
Meski dunia ini terasa sempit dan menyiksa
Kuharap kau bahagia di surgaNya

Jangan bersedih, Bu
Segalanya adalah takdir Tuhan
Sebagaimana hidup adalah ujian
Ada hisab tuk semua perbuatan
Yang kan terbuka di hari penghakiman