Selamat ya, kamu, my bestie at school, lama enggak liat, sekali liat di pelaminan ceunah...
Aku seneng kamu dapat jodoh di jalan yang lurus, agak gak nyangka dikit, tapi lega haha.
Now, there's nothing I wait again.
Berbahagialah 🤍
Selamat ya, kamu, my bestie at school, lama enggak liat, sekali liat di pelaminan ceunah...
Aku seneng kamu dapat jodoh di jalan yang lurus, agak gak nyangka dikit, tapi lega haha.
Now, there's nothing I wait again.
Berbahagialah 🤍
Dulu kamu berkata, jangan tinggalin aku ya.
Tapi semalam kamu akhirnya berucap, kamu cari yang lain aja sudah. Kamu cari suami yang lain aja.
Ternyata, cinta begitu mudah pudar. Nothing special.
Dulu kita hanyalah dua orang yang saling bertemu karena butuh. Bukan juga bermula dari dream man/ dream woman.
Kita sama-sama bertahan karena kebutuhan, dan kondisi-mungkin?
Kalau aku gak bersama kamu lagi, mungkin aku memilih untuk menjomblo selamanya.
Aku lelah, dengan perasaanku sendiri.
Dan perasaanku akhirnya menyakiti kamu.
Aku lelah harus khawatir tentang orang lain.
Aku ingin bahagia dengan memikirkan diriku sendiri, saja.
Di saat kamu sudah gak keberatan kehilangan aku, I know, I am nothing for you.
And I'm Sorry kalau terlalu lebay bagimu.
Apakah itu karma? Atau, hanya satu fase yang harus kau lalui dalam kehidupan.
2018, 8 tahun lalu, masih ada jejakmu yang kutulis di sini. Ketika kau begitu mengagungkan nikmat yang kau dapat, dan merasa orang lain meniti jalan yang salah.
Namun, apa yang terjadi hari ini? Ternyata bahteramu tergoncang. Tak ada yang menyangka, bukan? Cover sesempurna itu, ternyata tunduk atas fitrahnya sebagai manusia biasa yang tak lepas dari kesalahan.
Aku tak sedang berbahagia atas dukamu, aku hanya merefleksi diri, bahwa apapun bisa terjadi. Jangan jumawa terhadap kondisi orang lain. Selama kita di bumi, segalanya hanyalah ujian.
Kuharap, kita menemukan bahagia yang sesungguhnya.
Kali ini bener-bener terganggu dengan makhluk si paling sibuk, yang suka ngurusin orang lain di luar teritorialnya. Belum lagi WM yang suka membanding2kan sini dan sana.
Kenapa enggak pindah kesana aja sihhh klo emang ngerasa disini kurang ini itu???
Sok paling ngatur, sok paling idealis, bla bla bla. Eneg banget sumpah.
Apa karena sini banyak pendatang ye, jadi ngeremehin segala macem.
Yang onoh lagi si paling sibuk dan si paling balapor oo... Cari muka ke atas2. Oh ampun dehhh... Harus banget ya ngerasa lebih baik dengan cara jatuhin orang lain?
Etapiiii kalo emang ngerasa lebih baik, kok iri sih sama kita yang biasa2 aja ini. Selalu mantau dan cari celah, lalu ngejelekin kita di pihak atas.
Hufttt, capek banget sumpahh.
Harus kerja sambil bawa bocil, ngajarin anak2 yang belum lancar baca dengan kelakuan di luar nalar, ditambah sifat iri2an kaum sebelah dan WM yang banyak protes.
Liatin aja yaaaa liatiiinnn.
Bakal kita bikin sukses ini tempaattt. Ngalahin kaum suka iri yang gak bisa liat hidup orang lain tentram.
Emosi banget dah sumpahh!
Sabtu, 28 Desember 2024
Introvert, begitulah definisi kami. Begitu sulit keluar dari zona perilaku itu. Dari kenyamanan itu. Saat berusaha keluar, justru kebingungan dan kegundahan yang menyergap hati.
Bingung mau ngomong apa, takut salah kata, ragu bersikap, dan bimbang memulai cerita.
Okelah, untuk para ekstrovert itu hal gampil. Apasih, masa cuma gitu aja gak tau. Masa gak bisa inisiatif, masa gak peka, padahal tinggal gini gitu doang.
Ya, kami memang se-nggak tau itu. Pikiran kami sendiri berkecamuk. Tapi tak ada gunanya juga menjelaskan bagi orang yang tidak mau mengerti.
___
Dan ternyata aku masih sakit hati, kala kebiasaan stay di kamar itu terungkit kembali.
Aku harus apa? Aku harus gimana? Mengarahkan dia yang sulit berubah dengan kebiasaannya.
Aku sudah menerima itu, tapi orang lain belum tentu. Capek hati sendiri berusaha memenuhi ekspektasi.
Salah, dan salah lagi.
Terkadang rasanya ingin hidup tanpa orang lain, supaya tidak dengar komentar apa pun. Tapi mungkin, kesepian.