Minggu, 17 Juni 2018

Kejamnya Prasangka

Siapa yg tak sakit hati, jika mengetahui prasangka di kepala orang lain justru lebih sadis dibanding versi kebenaran nyatanya. Terkadang kita begitu kejam menghakimi dan berprasangka buruk, bahkan kepada orang lain yg tak melakukan sesuatu apa pun.

Siapa yg tak sedih mendengar pengungkapan itu dari orang lain, sebuah perkataan yg lahir dari prasangka lalu menimbulkan kebencian begitu saja. Bagaimana aku kan dapat menjelaskan, sedang ungkapan itu hanya berasal dari sangkaannya belaka,   dan itupun tak disampaikan padaku, tapi justru orang lain yg tak ada hubungannya.

Aku tak mengerti, orang ingin terlihat menjalin hubungan baik tapi justru menusuk dari belakang, memang tren kah? Kebiasaan kah?

Satu hal yg amat mengerikan. Prasangka memang tuduhan paling mematikan, sebab ia tumbuh dari satu pikiran saja, pikiran menghakimi. Lalu, tanpa kejelasan apa pun, kita divonis bersalah.

*Aku percaya, amat percaya ... seseorang yg mencela orang lain  didepanmu, akan mencelamu di depan orang lain pula.