Rumah kita sangat ajaib, Sayang.
Saat aku tidur, piring-piring kotor beterbangan ke tempat pencucian dan membersihkan diri. Lalu mereka pun melangkah ke dalam rak dan berjejer rapi.
Rumah kita ajaib, Sayang.
Saat aku asyik dengan Facebook dan Instagram, baju-baju kotor dalam keranjang bergulung sendiri ke mesin cuci, menuang deterjen, lalu membasuh noda-noda dan bekas keringat. Tak lupa, mereka memanjat tiang jemuran dan menggantung di sana hingga kering. Dan sore harinya, mereka mengantri di depan setrika untuk dirapikan lalu bersama-sama masuk ke lemari.
Oh iya, Sayang. Dapur kita juga ajaib.
Saat aku bersantai menikmati hari, sayur dan daging melangkah ke luar kulkas lalu memotong dirinya sendiri. Kemudian secara bergantian mereka masuk ke wajan bersama bumbu-bumbu. Setelah matang, mereka pun rebahan di mangkok menunggu untuk dimakan. Beras-beras juga amat kompak masuk ke dalam rice cooker. Jadi tidak repot sama sekali.
Terakhir, mainan yang selalu dihamburkan anak kita juga dengan patuh kembali ke kardus sendiri. Bekas makanan dan minuman yang tumpah juga seketika hilang tersapu angin tanpa meninggalkan jejak. Sehingga tiap kali kau pulang kerja, rumah selalu terlihat rapi.
Rumah kita ajaib, kan, Sayang? Jadi aku memang tidak kerja di rumah, tidak ngapa-ngapain seperti yang sering kau katakan.
------
Karya ini dipersembahkan untuk suami yang sering berkata istrinya di rumah tidak bekerja, tidak berbuat apa-apa, dan hanya santai saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar